Berbahagialah Orang Yang Sibuk Dengan Aib Dirinya Sendiri

Setiap orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, perbuatan baik dan buruk, pahala dan dosa. Tidak ada orang yang sempurna kecuali orang-orang yang Maksum yang dijaga oleh Allah dari dosa. Karenanya kita selalu dianjurkan oleh Allah untuk selalu minta ampun atas kesalahan dan dosa-dosa kita. Bayangkan betapa banyak dosa yang kita perbuat setiap hari, betapa banyak nikmat Allah yang tidak kita syukuri, betapa banyak orang yang kita sakiti, betapa banyak waktu yang terbuang sia-sia, betapa banyak rizki yang kita dapatkan dengan cara yang kurang baik, betapa banyak perbuatan haram yang kita lakukan, betapa banyak ucapan kasar, kotor dan menyakitkan yang kita sampaikan, betapa banyak sholat yang kita lalaikan, betapa banyak kedholiman yang telah kita lakukan kepada diri sendiri, keluarga, teman, dan sahabat, betapa banyak hak-hak orang yang tidak  atau belum kita berikan dan masih banyak lagi hal-hal yang negatif yang telah kita lakukan.

Semuanya itu perlu untuk kita renungkan dan refleksikan dalam diri kita, sehingga dapat memberikan pencerahan kepada diri kita bahwa kita masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki. Dengan demikian kita dapat mengintrospeksi diri kita sendiri. Dengan meningintrospeksi diri sendiri, maka akan muncul sikap positif kepada diri sendiri dan kepada orang lain yang akan menjadikannya lebih baik secara individual maupun sosial. Dan orang yang selalu berbuat baik pasti akan bahagia. Karena perbuatan baik akan mendatangkan kepuasan tersendiri dalam hati dan sebaliknya perbuatan buruk akan mendatangkan kegelisahan dan kebimbangan dalam hati. Hal itu sebagaimana sabda Rasul saw :

ِطُوْبَى لِمَنْ شَغَلَهُ عَيْبُهُ عَنْ عُيُوْبِ النَّاس

“Berbahagialah orang yang disibukkan oleh aibnya sendiri dari pada aib orang lain”.

Dengan demikian jika anda ingin bahagia, maka sibukkan diri anda dengan urusan dan aib anda sendiri, tidak usah menyibukkan diri dengan urursan dan aib orang lain. Kita tidak perlu melihat kekurangan dan kesalahan orang lain karena kekurangan kita sendiri masih banyak. Karena dengan memikirkan urusan orang dan aib orang, kita akan lupa dengan aib diri sendiri, sehingga kita akan terjerumus sikap takabbur, sombong, pongah, dan negatif thinking. Jika kita terjebak pada sikap ini, pasti kita akan selalu menyalahkan orang, berpikir negatif pada setiap orang, tidak tahu terima kasih, kurang bersyukur, malas bekerja, hidup ini tidak menyenangkan, semua orang menyebalkan dan begitu seterusnya. Hal ini tentu akan berdampak negatif pada kepribadian kita dan sikap sosial kita, dan akan mengakibatkan kehancuran kita di dunia maupun di akherat wa naudzu billahi min dzalik.

Satu tanggapan untuk “Berbahagialah Orang Yang Sibuk Dengan Aib Dirinya Sendiri

Tinggalkan Balasan