7 Kiat Menggapai Kesuksesan

Kesuksesan merupakan dambaan setiap orang. Setiap orang mengharapkan kesuksesan dalam hidupnya. Hanya saja mereka berbeda pendapat dalam menentukan kesuksesan itu sendiri. Ada yang menganggap bahwa kesuksesan itu erat kaitannya dengan terpenuhinya keinginan yang bersifat materi seperti memiliki harta yang melimpah, pekerjaan yang mapan, isteri yang cantik atau jabatan yang mentereng. Inilah yang menjadi word view atau pandangan dunia kaum materialistis. Ada pula yang menganggap bahwa kesuksesan tidak sebatas pada aspek materi semata namun lebih dari itu yaitu mencakup aspek spiritual yang berdampak pada kehidupan di akherat kelak. Karena kehidupan manusia tidak hanya sebatas kehidupan di dunia justru kehidupan yang lebih hakiki, kekal abadi adalah kehidupan di akherat.Kehidupan di dunia hanya sementara. Ia hanya merupakan transit menuju kehidupan sebenarnya yaitu kehidupan di akherat. Orang yang sukses adalah orang yang mampu menguasai dunianya untuk mendapatkankebaikan dan  kebahagiaan baik di dunia dan di akherat. Inilah yang menjadi pandangan dunia kaum idealis, spiritualis dan pemeluk agama.  Apapun yang menjadi parameter kesuksesan, yang jelas kita harus sukses hidup di dunia ini. Bagaimana caranya untuk menggapai kesuksesan itu ? Berikut ini beberapa kiat yang dapat membantu kita menggapai kesuksesan kita.

  1. Kenali Diri Sendiri. Kita diciptakan oleh Allah sebagai khalifatullah fi ardhih (wakil Tuhan di bumi) yang akan memakmurkan dan memajukan kehidupan di bumi ini. Sudah pasti Allah telah membekali kita dengan berbagai kelebihan dan keistimewaan yang berbeda satu sama lain untuk menjalankan peran tersebut. Untuk itu kita harus mengenali diri kita terlebih dahulu; apa bakat dan potensi kita? apa passion kita? apa kelebihan dan kekurangan kita? apa kesukaan dan kecenderungan kita? apa yang tidak kita sukai? Hal ini tentunya penting untuk kita ketahui terlebih dahulu sebelum kita melakukan langkah berikutnya. Banyak hal yang bisak dilakukan untuk mengenali diri kita, misalnya dengan menulis apa apa yang kita sukai dan yang tidak kita sukai kemudian dilakukan kategorisasi, atau juga dengan konsultasi kepada orang lain yang ahli dan mengerti tentang psikologi, atau dengan melakukan tes-tes bakat kecerdasan dan potensi diri salah satunya adalah  aplikasi  temubakat.com  mungkin bisa membantu kita untuk mengetahui potensi diri kita.
  2. Kembangkan dan gali potensi diri kita semaksimal mungkin. Setelah kita mengenal potensi diri kita masing-masing, maka langkah selanjutnya adalah menggali dan mengembangkan potensi itu semaksimal mungkin, bisa melalui belajar, berlatih, membaca, ikut seminar dan pelatihan, searching internet, dan lainnya. Gunakan semua kemampuan yang dimiliki untuk mengembangkan potensi dan bakat yang kita miliki secara khusus. Buatlah perencanaan yang matang dan fokuskan pada pencapaian target-target yang telah direncanakan. Apabila seseorang memiliki bakat sebagai olahragawan dan penulis misalnya, maka dia harus berusaha mengisi waktu-waktunya untuk berolah raga dan menulis dan begitu juga yang lainnya.
  3. Mulailah hari ini juga. Setelah kita membuat perencanaan yang matang sesuai dengan bakat dan potensi kita, maka mulailah sekarang juga, jangan tunda-tunda waktu. Kita seringkali terbuai dengan kalimat-kalimat seperti ini , “nanti saya kerjakan”, “besok aja mulainya”, “sekarang bukan saat yang tepat”, dan kata-kata rayuan syaithan lannya. Mari kita buang kalimat-kalimat seperti itu sekarang juga. Karena hal itu justru yang menghambat kita untuk meraih kesuksesan. Jangan tunda pekerjaan hari ini untuk besok, karena besok sudah ada pekerjaan lain yang menunggunya. Jika kita menunda pekerjaan hari ini untuk besok berarti akan ada dua pekerjaan yang sama yang harus dilakukan besok. Dan jelas hal itu sulit untuk kita lakukan. Karena kesulitan itu maka akhirnya ditunda lagi untuk besok dan begitu seterusnya, yang akhirnya tidak ada yang bisa dilakukan. Karenanya pekerjaan sesulit apapun jika dikerjakan sedikit demi sedikit insyaallah bisa diselesaikan.
  4. Bergaullah dengan orang yang tepat. Pergaulan memiliki peranan besar dalam perkembangan seseorang menuju kesuksesannya. Jika kita bergaul dengan orang yang berdagang minyak wangi, pasti kita akan ikut wangi. Namun sebaliknya jika kita bergaul dengan orang yang berlumpur maka kita akan kena lumpurnya. Oleh karenanya jika kita bergaul dengan orang yang berpikiran positif, maka kita akan ikut berpikiran positif. Namun jika kita bergaul dengan orang yang berpikiran negatif, maka kita akan ketularan berpikiran negatif. Jika kita ingin sukses dalam berdangan maka hendaknya kita bergaul dengan pedagang yang sukses, jangan sama nelayan atau pengangguran. Jika kita ingin jadi ulama, maka kita harus bergaul dengan para ulama bukan sama pedagang dan begitu seterusnya. Hal itu karena seseorang kerap terpengaruh dengan temannya. Ada pepatah yang mengatakan : Jika kita ingin melihat kepribadian seseorang, maka lihatlah kepada siapa dia berteman.
  5. Ciptakan peluang untuk diri kita sendiri. Kadang kita sulit mendapatkan peluang, atau ketika peluang itu datang kita tidak siap untuk menjalankannya. Untuk itu jika kita ingin sukses, ciptakan peluang itu oleh diri kita sendiri, jangan menunggu peluang dari orang lain. Jika kita kesulitan mendapatkan pekerjaan dari orang lain ciptakan pekerjaan itu untuk diri kita sendiri. Kerjakan yang menjadi passion, hobi dan kesukan kita, niscaya itu akan menjadi harta karun di masa depan. Yang terpenting di sini adalah memilih pekerjaan yang menjadi passion dan kesukaan kita, bukan bekerja karena paksaan atau karena faktor luar lainnya. Karenanya kita bisa menciptakan peluang kita masing-masing, apalagi di era keterbukaan seperti sekarang ini.
  6.  Konsisten dalam pekerjaan. Kita sering kali mencoba melakukan sesuatu kemudian berhenti dan begitu seterusnya. Sehingga dengan demikian kita tidak akan bisa sukses dalam pekerjaan apapun. Jika kita ingin sukses kata kuncinya adalah KONSISTEN. Kerjakan terus menerus, jangan pernah berhenti apapun yang terjadi. Ingat pekerjaan sebesar apapun jika dilakukan secara konsisten pasti akan dapat dilakukan dengan baik. Namun pekerjaan semudah apapun jika dilakukan dengan tidak konsisten pasti akan gagal. Dalam bahasa agama disebut dengan ISTIQAMAH. Ada pepatah mengatakan Istiqamah lebih baik dari 1000 karamah. Pekerjaan yang baik adalah pekerjaan yang dilakukan secara terus menerus walaupun kecil, begitu kata Imam Ali kw.
  7. Jangan pernah kehilangan harapan. Harapan ibarat bensin bagi sepeda motor. Jika sepeda motor kehabisan bensin pasti dia tidak bisa berjalan. Begitu juga dengan kita, jika kita kehilangan harapan maka habislah kehidupan kita. Kita tidak akan mampu berbuat apapun tanpa harapan. Karenanya seberat apapun masalah yang kita hadapi dan sesulit apapun kehidupan yang kita jalani, jangan sampai kita kehilangan harapan kita kepada Allah swt. Karena hanya harapan kita kepada Allah swt. satu satunya modal hidup kita. Seorang pelari ulung dia tidak akan berhenti berlari sebelum sampai pada finish. Hidup ibarat lomba lari, sebelum sampai pada finish semuanya masih punya kesempatan untuk menang. Orang yang mendahului kita pada putaran pertama belum tentu bisa mendahului pada putaran kedua, dan begitu seterusnya. Ingat semua masalah yang kita hadapi pada hakikatnya adalah sebagai pelajaran untuk kita agar dapat lebih baik lagi di masa yang akan datang. Untuk itu jangan pernah merasa putus asa dan kehilangan harapan jika kita ingin sukses dalam masalah apapun.

Tinggalkan Balasan