Pentingnya Kecerdasan Cinta

Manusia adalah makhluk yang paling unik dan sempurna. Diantara unsur kesempurnaan nya adalah karena manusia dibekali dengan fitrah atau ruh atau akal. Unsur dominan dari fitrah ini adalah Cinta. Cinta merupakan faktor penggerak seluruh aktifitas manusia. Cinta juga merupakan pemberi inspirasi dan motivasi seseorang dalam melakukan kegiatan apapun. Untuk itu cinta memiliki peranan penting dalam kehidupan. Manusia tanpa cinta tidak akan mampu berbuat apa apa. Seseorang yang cinta pada isterinya dia akan berbuat apapun yang diinginkan oleh isterinya. Seseorang yang cinta harta, jabatan, profesi dan pekerjaan pasti dia akan bekerja semaksimal mungkin, mengerahkan semua daya dan potensinya untuk menggapai cintanya tersebut. Inilah yang kemudian para pakar pendidikan menyebutnya dengan Kecerdasan Cinta yaitu kemampuan seseorang untuk bekerja, beraktifitas dan memaksimalkan potensi dirinya berdasarkan cinta.
Dengan demikian, kecerdasan cinta sangat penting untuk dikembangkan. Hanya saja sedikit sekali sekolah yang mengembangkannya. Untuk itu di tengah arus informasi dan kemajuan teknologi yang semakin canggih, maka cinta sangat dibutuhkan. Mungkin tenaga manusia akan banyak tergantikan oleh robot-robot, tapi cinta tidak mungkin dapat tergantikan.
Agar kecerdasan cinta dapat berkembang dengan baik dan benar, maka kita harus mengembalikan kecerdasan cinta pada fitrahnya, sehingga kecerdasan cinta tidak salah arah dan tujuan.
Sesuai dengan fitrahnya, cinta sejati hanya layak dipersembahkan pada Dzat yang Maha Segalanya, Maha Kekal, Maha Abadi, Maha Kuasa, Maha Mengetahui, Maha Kasih dan Maha Sayang yaitu Allah swt. Sangat naif sekali manakala kita persembahkan cinta sejati kita pada makhluknya yang notabene fana, lemah, tidak memiliki kekuasaan apapun. Cinta sejati hendaknya kita persembahkan kepada Allah swt, dengan cara mencintai Rasulullah, keluarga, sahabat, para ulama, isteri, anak, teman, tetangga, dan semua umat manusia. Artinya kita mencintai isteri dan anak anak semata karena cinta kepada Allah. Cinta kita kepada selain Allah swt hanya sebagai wasilah dan perantara untuk mendapatkan cinta kepada Allah swt.
Dengan demikian, maka muara cinta kita adalah alhubbu fillahi wal bughdu fillahi atau cinta karena Allah dan benci karena Allah. Dari muara tersebut kita harus mengalirkan cinta dan kasih sayang kita kepada makhluk-Nya tanpa terkecuali, baik dia muslim atau kafir. Sayidina Ali berkata: Manusia itu ada dua, sebagai saudaramu seagama, atau sepertimu dalam ciptaan.

Oleh karenanya, cinta dan kasih sayang kepada seluruh makhluk Allah swt harus diajarkan  dan ditanamkan kepada anak didik kita untuk mendapatkan Cinta-Nya. Mustahil kita mendapatkan cinta Allah swt tanpa mencintai makhluk ciptaan-Nya. Pendidikan karakter di sekolah harus diarahkan pada pengembangan kecerdasan cinta ini. Karena ia merupakan induk semua karakter. Karakter jujur, terpercaya, berani, peduli, kerja sama, nasionalis, dan lainnya berasal dari cinta kepada Allah swt. Jika peserta didik memiliki cinta kepada Allah swt pasti dia akan memiliki karakter yang baik. Karena hal itu diperintahkan oleh Allah swt.

Untuk dapat mencintai Allah swt, memang diperlukan wawasan yang luas tentang Allah swt yang dimulai dengan pemahaman tentang diri sendiri dan alam semesta. Rasul saw bersabda : Barang siapa yang mengenali dirinya maka pasti dia akan mengenali Tuhannya.

Tinggalkan Balasan