Strategi Mengefektifkan Waktu

waktu adalah umur yang Allah berikan kepada kita untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya selama kita hidup. Ketika ajal datang berarti waktu kita sudah habis. Karena itu waktu merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan. Allah swt menamai salah satu surat dalam al-qur’an dengan “al-Ashr” yang berarti waktu. Hal itu menunjukkan akan pentingnya waktu dalam kehidupan.

Orang yang sukses adalah orang yang pandai mengefektifkan waktu dengan semaksimal mungkin. Karena pada dasarnya waktu yang Allah swt berikan kepada semua orang adalah sama yaitu 24 jam. Namun, dengan 24 jam tersebut ada yang menjadi presiden, ulama, tokoh, dan lainnya. Sementara yang lain tidak menjadi apa-apa. Apa yang menjadikannya berbeda ? Jelas itu karena perbedaan dalam penggunaan waktu. Bagaimana caranya kita mampu mengefektifkan waktu kita ? Berikut ini beberapa strateginya :

Pertama, menilai diri sendiri. Kita harus bisa menilai diri sendir, apakah sudah memaksimalkan waktu yang kita miliki atau justru sebaliknya kita berlaku boros terhadap waktu. Buatlah catatan harian kecil setiap hari. Apa yang sudah kita lakukan dalam hari ini? berapa waktu yang kita gunakan? apa manfaatnya? terencana atau tidak? Dan begitu seterusnya. Jika hasilnya nihil alias tidak ada manfaatnya, maka buatlah catatan refleksi dan evaluasi agar tidak terjadi di keesokan harinya.

Kedua, Menghindari segala sesuatu yang membuat waktu terbuang atau boros; seperti menerima telpon, mengecek WA, bermedsos ria, mengobrol dengan teman, mencari yang hilang, dan lainnya. Usahakan semuanya sudah terencana dan terjadwal. Dahulukan yang lebih penting dari yang penting. Ingat waktu terus maju, tumbuh dan tidak bisa terulang.

Ketiga, mengubah kebiasaan. Banyak kebiasaan buruk yang dapat membuang banyak waktu kita; seperti santai dan mengobrol di warung kopi berjam-jam, menunda-nunda pekerjaan, menyerahkan pekerjaan pada orang yang salah yang akibatnya fatal dan mengulangi pekerjaan dan masih banyak lagi. Kebiasaan buruk seperti ini harus dirubah dengan kebalikannya. Memang agak sulit merunah kebiasaan, tapi jika kita menyadari pentingnya waktu produktif, kita pasti bisa.

Keempat, mensiasati waktu luang. Banyak hal yang bisa kita kerjakan di waktu luang, misalnya dengan mengerjakan 3 atau 4 pekerjaan dalam waktu yang bersamaan. Seperti orang yang sambil santai di warung sambil membaca buku, mengetik artikel, menerima telpon, menjawab email, mendengarkan ceramah, musik dan lainnya.

Kelima, bekerja sama dengan orang lain. Dalam banyak hal kita tidak bisa mengerjakan sesuatu sendirian. Karenanya bekerja sama, berkolaborasi, pendelegasian pekerjaan sangat diperlukan untuk menghemat waktu. Orang yang sukses bukan yang rajin bekerja secara sendirian. Namun orang yang mampu mengeleborasikan potensi orang-orang yang disekitarnya untuk mencapai tujuan yang diharapkannya.

Oleh karena itu, manfaatkan umur dan waktu anda semaksimal mungkin pasti anda beruntung. Dan sia-siakan waktu yang anda miliki pasti anda merugi baik di dunia apalagi di akherat.

Tinggalkan Balasan