Merajut Kembali Persaudaraan Yang Terkoyak

Al-hamdulillah, kita baru saja melaksanakan pemilu presiden dan legislatif dengan damai dan aman. Persaingan dalam kontestasi pilpres dan pileg sudah pasti menjadikan bangsa menjadi terkotak-kotak dan terpolarisasi sedemikian rupa, sehingga kadang dapat memisahkan persaudaraan antar keluarga, antar teman bahkan antar penganut agama. Ikatan kekeluargaan, pertemanan atau persahabatan bahkan keagamaan bisa terputus dan terkoyak lantaran perbedaan pandangan politik dalam pilpres atau pileg.

Padahal, bila kita menyadari bahwa pilpres atau pileg adalah sebuah proses demokrasi dalam berbangsa dan bernegara yang dilakukan tiap 5 tahun sekali, sedangkan ikatan keluarga, sahabat bahkan agama adalah ikatan yang sakral yang harus dijalin semumur hidup kita. Adalah merupakan hal yang naif, ketika kita lebih mementingkan kepentingan politik sesaat dan mengorbankan kepentingan yang permanen dan abadi. Apalagi apabila kita kaitkan dengan kehidupan dunia dan akherat. Jangan sampai kita mendahulukan kepentingan politik yang bersifat duniawi di atas kepentingan silaturrahmi yang bersifat ukhrawi.

Untuk itu sudah saatnya kita meninggalkan hiruk pikuk dunia politik, untuk kita kembali merajut silaturrahmi, persaudaraan antar bangsa dan agama. Kita bangsa Indonesia adalah bersaudara; saudara dalam beragama atau sesama manusia. Tidak ada alasan bagi kita untuk saling bermusuhan di antara kita. Persaudaraan ini merupakan karunia dan nikmat Allah yang sangat besar. Hal itu sebagaimana firman Allah swt, ketika menceritakan kaum muslimin yang dulunya saling bertikai kemudian menjadi saudara dengan nikmat dan karunia dari Allah swt, Allah berfirman :

فأصبحتم بنعمته اخوانا

Artinya : Maka kemudian kalian menjadi bersaudara dengan nikmat dari Allah swt.

Bahkan dalam ayat yang lain, Allah swt berfirman :

لو انفقت مافى الارض جميعا ما الفت بين قلوبهم ولكن الله الف بينهم

ِِArtinya : Seandainya kamu menginfakkan semua yang ada di bumi untuk menyatukan hati yang bertikai, niscaya kamu tidak akan mampu untuk menyatukan hati-hati mereka, akan tetapi Allah swt yang telah menyatukan hati mereka.

Oleh karena itu, kita dilarang untuk berpecah dan bercerai berai, apapun alasannya, karena kita adalah bersaudara. Allah berifrman :

ولا تكونوا كالذين تفرقوا واختلفوا

Artinya : Dan janganlah kalian menjadi seperti orang-orang yang bercerai berai dan berselisih pendapat.

Hal itu karena yang diharapkan oleh Allah swt adalah persatuan, persaudaraan, saling mengasihi, saling menyayangi, bukan saling menghujat dan membenci. Rasul saw bersabda :

ولا تباغضوا ولا تحاسدوا ولا تدابروا وكونوا عباد الله اخوانا ولا يحل بمسلم ان يهجر اخاه المسلم فوق ثلاث

Artinya: Janganlah kalian saling menghasud, saling membenci, saling membelakangi. Dan jadilah kalian hamba-hamba Allah swt yang bersaudara. Tidak diperbolehkan bagi seorang muslim membiarkan (tidak mengajak bicara) saudaranya yang muslim lebih dari tiga hari.

Inilah beberapa hadis yang mensinyalir pentingnya persaudaraan, persahabatan sesama muslim atau sesama manusia. Imam Ali berkata : Manusia ada dua golongan, pertama adalah saudaramu seagama dan yang kedua sesamamu dalam ciptaan.

Karenanya tidak ada ruang bagi kita sesama umat manusia apalagi sebangsa dan setanah air Indonesia untuk saling menghasut, menghujat dan membenci. Mari kita rajut kembali tali persaudaraan dan persahabatan yang mungkin telah terputus lantaran pilpres dan pileg menuju Indonesia yang lebih baik lagi di masa yang akan datang. Lupakan pileg dan pilpres songsong masa depan.

Tinggalkan Balasan