Selamat Datang Murid Baru

Di awal tahun pelajaran baru seperti sekarang ini, semua sekolah disibukkan dengan kegiatan penerimaan peserta didik baru. Para wali murid berduyun-duyun mendaftarkan anaknya di sekolah-sekolah yang dipercaya akan mengantarkan anaknya kepada kesuksesan. Mereka rela antri dan menunggu proses pendaftaran sampai berjam-jam. Ada yang bergembira lantaran anaknya diterima di sekolah harapannya, dan adapula yang kecewa karena tidak lolos seleksi di sekolah favoritnya. Ada sekolah senang dan bangga diri lantara mendapatkan murid sesuai dengan kuota yang ditetapkan dan adapula yang bersedih dan kecewa karena mendapatkan murid kurang dari kuotanya. Fenomena semacam ini merupakan hal yang lumrah terjadi di awal tahun ajaran seperti sekarang ini.

Ada beberapa hal menarik yang perlu diperhatikan dari fenomena ini. Pertama, kepercayaan wali murid. Dengan adanya murid baru yang ingin bersekolah di tempat kita, itu berarti menandakan kepercayaan wali murid kepada sekolah kita untuk mendidik anak-anaknya. Tanpa kepercayaannya tidak mungkin mereka rela mengantarkan anak-anaknya ke sekolah kita. kepercayaan ini tentunya ada alasannya. Mengapa? pertanyaan ini yang mestinya pihak sekolah harus mengetahuinya. Sehingga dengan demikian sekolah harus menjaga kepercayaan tersebut dengan sekuat-kuatnya. Ada wali murid yang melihat sekolah A bagus dalam bahasa Inggerisnya, Bahasa arabnya, Ekstra kurikulernya, pembinaan akhlaknya, tahfidz al-qur’annya, pramukanya, keamanannya dari pergaulan dan lingkungan yang kurang baik, dan lainnya. Kepercayaan ini harus dijaga dan dipelihara, sehingga akan mendatangkan kepuasan dari wali murid sebagai konsumen pendidikan. Dengan kepuasan wali murid maka sekolah akan semakin berkembang dan maju pesat di kemudian hari. Tapi sebaliknya, jika wali murid kecewa, maka lambat laun, pelan tapi pasti sekolah itu akan mengalami penurunan dan bangkrut dengan sendirinya.

Kedua, hasrat dan keinginan siswa untuk meningkatkan kualitas dirinya. Setiap siswa yang mendaftar di sekolah, pasti menyimpan segudang cita-citanya dan harapan dalam dirinya untuk menjadi manusia yang bermanfaat di kemudian hari. Harapan dan cita-cita itu dapat diraih sedikit demi sedikit melalui aktifitas hariannya dalam belajar dan mendapatkan ilmu, baik di kelas atau di luar kelas. Jika siswa merasakan manfaat dan ada perkembangan dalam dirinya selama berada di sekolah tersebut, pasti siswa akan merasakan kepuasan dan kebahagiaan. Namun jika siswa merasa tidak mendpatkan apa-apa selama belajar di sekolah, niscaya siswa tersebut akan kecewa dan tidak akan betah tinggal di sekolah tersebut. Untuk itu yang harus dilakukan adalah bagaimana sekolah mampu memberikan pelayanan pendidikan yang baik kepada siswa tersebut, agar siswa merasakan manfaat dari proses pembelajaran yang dilakukan. Untuk itu diperlukan proses pembelajaran yang efektif dan menyenangkan.

Kepuasan wali murid dan siswa terhadap proses pembelajaran sangat penting dan harus menjadi prioritas karena sangat menentukan bagi maju dan tidaknya sebuah lembaga pendidikan. Untuk itu diperlukan standar operasional prosedur (SOP) pada setiap kegiatan dan aktifitas yang dilakukan oleh sekolah yang mengacu pada kepuasan pelanggan. Aturan dan sistem yang dibuat juga harus memperhatikan psikologi konsumen. Sekolah harus merubah paradigmanya yang asalnya menjadi tempat produksi pendidikan menjadi tempat layanan jasa pendidikan yang memperhatikan kepentingan konsumen dan tantangan masa depan. Visi dan misi sekolah, Prioritas pembelajaran juga disesuaikan dengan keinginan konsumen dan tantangan zamannya Jika tidak maka sekolah akan ketinggalan kereta alias ditinggalkan oleh konsumennya.

Untuk itu diperlukan evaluasi pendidikan yang menyeluruh mulai dari penyambutan terhadap siswa dan wali murid, visi dan misi, program-program unggulan, aturan akademik, pelayanan umum, proses pembelajaran, hubungan masyarakat, komunikasi publik, informasi akademik, sarana prasarana dan lainnya. Semuanya diatur dengan standar pelayanan yang prima dan memuaskan para pelanggan baik siswa maupun wali siswanya. Dengan demikian, sekolah akan semakin diminati oleh masyarakat dan pendidikan di Indonesia semakin maju dan berkembang dalam menghadapi tantangan pasar bebas dan globalisasi di masa yang akan datang. Good luck !

Tinggalkan Balasan